Penulis Yahudi mengaku: "Kami telah kalah dan kami telah memberi kemenangan yang kuat kepada Hamas."
Sekiranya kita ke gazza untuk membebaskan shalit (yg ditawan hamas sejak 2006) …… Kami pulang tanpanya.
Sekiranya kita pergi ke gazza untuk menghentikan roket2…………. Sesungguhnya bertambah jauh roket tersebut (sehingga hamper tel aviv) sehinggalah di hari terakhir dan semakin memberi ancaman.
Sekiranya kita pergi ke gazza untuk menghapuskan hammas…………… sesungguhnya hammas semakin disayangi dan kita telah memberikannya pengiktirafan rasmi.
.......... Untuk sambungan seterusnya, sila ke blog http://akhisalman.blogspot.com/
::... Petikan dari artikel blog: http://akhisalman.blogspot.com/ ...::
Tuesday, January 27, 2009
Thursday, January 15, 2009
Siti Khadijah binti Khuwailid
Dari: "Tokoh-tokoh Wanita di Sekitar Rasulullah SAW" karangan Muhammad Ibrahim Saliim. Dipetik oleh: Hanies Ambarsari. Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua wanita itu berdiri di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : Khadijah bin Khuwailid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia adalah Ummul Mu'minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya.
Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa."
Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya. Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi- dupnya.
Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]
Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ? Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.
Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat- ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.
Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a. Khadijah r.a. berkata :"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.
Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab :"Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."
Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong- nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang- orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia." [HR. Imam Ahmad dalam "Musnad"-nya, 6/118] Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :"Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :"Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan." [Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539]
Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa."
Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya. Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi- dupnya.
Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]
Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ? Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.
Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat- ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.
Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a. Khadijah r.a. berkata :"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.
Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab :"Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."
Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong- nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang- orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia." [HR. Imam Ahmad dalam "Musnad"-nya, 6/118] Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :"Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :"Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan." [Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539]
Sunday, January 11, 2009
Analisis Strategik
Pada semester akhir yang lepas seorang sahabat telah meminta bayu untuk memasukkan cara2 membuat analisis SWOT. InsyaAllah, bayu akan sedaya upaya memenuhi permintaannya. Di sini bayu hendak menunjukkan kepada sahabat2 yang masih belum faham bagaimana hendak membuat analisis SWOT yang betul kerana berdasarkan pengalaman, pernah sahabat2 membuat mistake dalam membuat analisis ini. Semoga panduan ini dapat membantu dan memudahkan sahabat sekalian.
Apa itu SWOT?
S (strengths) = Kekuatan (kekuatan yang bersifat dalaman yang dimiliki oleh sesebuah organisasi. Faktor dari dalam yang menjadi kekuatan organisasi)
W (weaknesses) = Kelemahan (kelemahan yang bersifat dalaman yang ada dalam sesebuah organisasi. Faktor dari dalam yang menjadi kelemahan organisasi)
O (opportunities) = Peluang (Faktor yang datang dari luar organisasi yang memberi peluang kepada organisasi.)
T (threats) = Ancaman (Faktor yang datang dari luar yang mengancam organisasi)
[ Faktor dalaman: seperti sumber kewangan, prestasi kewangan, prestasi fungsian organisasi (R&D, pemasaran, HRM dll), imej, prestasi perniagaan dll. Faktor luaran: seperti pesaing, ekonomi, teknologi, politik & undang2, barang pengganti, pembekal dll ]
Senaraikan faktor2 dalaman bagi SW dan faktor2 luaran bagi OT.
Contoh;
Kekuatan
>> Imej dan reputasi syarikat yang baik
>> Sumber kewangan yang kukuh.
>> Penggunaan teknologi moden.
>> Perjanjian kerjasama.
>> Penyelidikan dan pembangunan (R&D).
>> Pendapatan meningkat.
>> Moral pekerja yang baik.
>> EPS meningkat.
Kelemahan
>> Kos pengeluaran tinggi.
>> Kekurangan sumber tanah.
>> Kekurangan sumber buruh.
>> Pusing ganti inventori menurun.
>> Debt-to-total assets ratio meningkat.
Peluang
>> Usahasama atau perjanjian kerjasama.
>> Galakan kerajaan.
>> Perluasan ladang ke kawasan baru.
>> Integrasi menegak.
>> Permintaan ke atas minyak sawit meningkat di pasaran dunia.
>> Idea dan pembangunan teknologi baru.
Ancaman
>> Permintaan produk pengganti.
>> Sekatan kerajaan ke atas import pekerja asing.
>> Kehebatan pesaing.
>> Bencana alam seperti banjir.
>> Serangan penyakit ke atas pokok kelapa sawit.
>> Kekurangan sumber pengeluaran.
>> Keadaan politik yang tidak stabil.
>> Pertumbuhan ekonomi yang perlahan.
Setelah menyenaraikan SWOT, maka bolehlah kita menilai strategi yang sesuai diguna dan dilaksanakan oleh organisasi. Match kan faktor2 seperti di bawah:
Strategi SO (S+O) ; menggunakan kekuatan dalaman organisasi untuk mengambil faedah ke atas peluang luaran yang ada.
Strategi WO (W+O) ; bermatlamat untuk memperbaiki kelemahan dengan menggunakan faedah dari peluang luaran yang wujud.
Strategi ST (S+T) ; menggunakan kekuatan untuk menjauhi atau mengurangkan kesan ancaman luaran.
Strategi WT (W+T) ; merupakan strategi pertahanan yang digunakan bagi mengurangkan kelemahan dalaman dan menjauhkan ancaman luaran.
Kemudian, matchkan faktor2 yang sesuai dan dapatkan strategi yang paling baik untuk dilaksanakan.
Contoh;
Kekuatan (S)
1. Imej dan reputasi syarikat yang baik
2. Sumber kewangan yang kukuh.
3. Penggunaan teknologi moden.
4. Perjanjian kerjasama.
5. Penyelidikan dan pembangunan (R&D).
6. Pendapatan meningkat.
7. Moral pekerja yang baik.
8. EPS meningkat.
Kelemahan (W)
1. Kos pengeluaran tinggi.
2. Kekurangan sumber tanah.
3. Kekurangan sumber buruh.
4. Pusing ganti inventori menurun.
5. Debt-to-total assets ratio meningkat.
Peluang (O)
1. Usahasama atau perjanjian kerjasama.
2. Galakan kerajaan.
3. Perluasan ladang ke kawasan baru.
4. Integrasi menegak.
5. Permintaan ke atas minyak sawit meningkat di pasaran dunia.
6. Idea dan pembangunan teknologi baru.
Ancaman (T)
1. Permintaan produk pengganti.
2. Sekatan kerajaan ke atas import pekerja asing.
3. Kehebatan pesaing.
4. Bencana alam seperti banjir.
5. Serangan penyakit ke atas pokok kelapa sawit.
6. Kekurangan sumber pengeluaran.
7. Keadaan politik yang tidak stabil.
8. Pertumbuhan ekonomi yang perlahan.
Strategi SO
1. Memperkenalkan minyak bio-diesel sawit (S1,S5,O2,O6) Strategi Pembangunan Produk.
2. Meluaskan kawasan tanaman ke Indonesia dan Thailand (S1,S2,O2,O3) Strategi Pengembangan.
Strategi WO
1. Membuka kawasan penanaman di Indonesia dan Thailand. (W3,O3) Strategi Pengembangan.
2. Mendapatkan pemilikan ke atas syarikat pesaing (W2,W3.O4) Strategi Integrasi Mendatar.
Strategi ST
1. Menghasilkan benih sawit yang mempunyai daya tahan penyakit yang tinggi. (S5,T5) Strategi Fungsian
2. Mengadakan perjanjian usahasama. (S2,S3,T3) Strategi Persekutuan
Strategi WT
1. Menghasilkan benih sawit yang berkualiti tinggi. (W1,W2,W3,T1,T3,T5) Strategi Fungsian
>>Kaedah ini dipanggil Matrik TOWS.
Apa itu SWOT?
S (strengths) = Kekuatan (kekuatan yang bersifat dalaman yang dimiliki oleh sesebuah organisasi. Faktor dari dalam yang menjadi kekuatan organisasi)
W (weaknesses) = Kelemahan (kelemahan yang bersifat dalaman yang ada dalam sesebuah organisasi. Faktor dari dalam yang menjadi kelemahan organisasi)
O (opportunities) = Peluang (Faktor yang datang dari luar organisasi yang memberi peluang kepada organisasi.)
T (threats) = Ancaman (Faktor yang datang dari luar yang mengancam organisasi)
[ Faktor dalaman: seperti sumber kewangan, prestasi kewangan, prestasi fungsian organisasi (R&D, pemasaran, HRM dll), imej, prestasi perniagaan dll. Faktor luaran: seperti pesaing, ekonomi, teknologi, politik & undang2, barang pengganti, pembekal dll ]
Senaraikan faktor2 dalaman bagi SW dan faktor2 luaran bagi OT.
Contoh;
Kekuatan
>> Imej dan reputasi syarikat yang baik
>> Sumber kewangan yang kukuh.
>> Penggunaan teknologi moden.
>> Perjanjian kerjasama.
>> Penyelidikan dan pembangunan (R&D).
>> Pendapatan meningkat.
>> Moral pekerja yang baik.
>> EPS meningkat.
Kelemahan
>> Kos pengeluaran tinggi.
>> Kekurangan sumber tanah.
>> Kekurangan sumber buruh.
>> Pusing ganti inventori menurun.
>> Debt-to-total assets ratio meningkat.
Peluang
>> Usahasama atau perjanjian kerjasama.
>> Galakan kerajaan.
>> Perluasan ladang ke kawasan baru.
>> Integrasi menegak.
>> Permintaan ke atas minyak sawit meningkat di pasaran dunia.
>> Idea dan pembangunan teknologi baru.
Ancaman
>> Permintaan produk pengganti.
>> Sekatan kerajaan ke atas import pekerja asing.
>> Kehebatan pesaing.
>> Bencana alam seperti banjir.
>> Serangan penyakit ke atas pokok kelapa sawit.
>> Kekurangan sumber pengeluaran.
>> Keadaan politik yang tidak stabil.
>> Pertumbuhan ekonomi yang perlahan.
Setelah menyenaraikan SWOT, maka bolehlah kita menilai strategi yang sesuai diguna dan dilaksanakan oleh organisasi. Match kan faktor2 seperti di bawah:
Strategi SO (S+O) ; menggunakan kekuatan dalaman organisasi untuk mengambil faedah ke atas peluang luaran yang ada.
Strategi WO (W+O) ; bermatlamat untuk memperbaiki kelemahan dengan menggunakan faedah dari peluang luaran yang wujud.
Strategi ST (S+T) ; menggunakan kekuatan untuk menjauhi atau mengurangkan kesan ancaman luaran.
Strategi WT (W+T) ; merupakan strategi pertahanan yang digunakan bagi mengurangkan kelemahan dalaman dan menjauhkan ancaman luaran.
Kemudian, matchkan faktor2 yang sesuai dan dapatkan strategi yang paling baik untuk dilaksanakan.
Contoh;
Kekuatan (S)
1. Imej dan reputasi syarikat yang baik
2. Sumber kewangan yang kukuh.
3. Penggunaan teknologi moden.
4. Perjanjian kerjasama.
5. Penyelidikan dan pembangunan (R&D).
6. Pendapatan meningkat.
7. Moral pekerja yang baik.
8. EPS meningkat.
Kelemahan (W)
1. Kos pengeluaran tinggi.
2. Kekurangan sumber tanah.
3. Kekurangan sumber buruh.
4. Pusing ganti inventori menurun.
5. Debt-to-total assets ratio meningkat.
Peluang (O)
1. Usahasama atau perjanjian kerjasama.
2. Galakan kerajaan.
3. Perluasan ladang ke kawasan baru.
4. Integrasi menegak.
5. Permintaan ke atas minyak sawit meningkat di pasaran dunia.
6. Idea dan pembangunan teknologi baru.
Ancaman (T)
1. Permintaan produk pengganti.
2. Sekatan kerajaan ke atas import pekerja asing.
3. Kehebatan pesaing.
4. Bencana alam seperti banjir.
5. Serangan penyakit ke atas pokok kelapa sawit.
6. Kekurangan sumber pengeluaran.
7. Keadaan politik yang tidak stabil.
8. Pertumbuhan ekonomi yang perlahan.
Strategi SO
1. Memperkenalkan minyak bio-diesel sawit (S1,S5,O2,O6) Strategi Pembangunan Produk.
2. Meluaskan kawasan tanaman ke Indonesia dan Thailand (S1,S2,O2,O3) Strategi Pengembangan.
Strategi WO
1. Membuka kawasan penanaman di Indonesia dan Thailand. (W3,O3) Strategi Pengembangan.
2. Mendapatkan pemilikan ke atas syarikat pesaing (W2,W3.O4) Strategi Integrasi Mendatar.
Strategi ST
1. Menghasilkan benih sawit yang mempunyai daya tahan penyakit yang tinggi. (S5,T5) Strategi Fungsian
2. Mengadakan perjanjian usahasama. (S2,S3,T3) Strategi Persekutuan
Strategi WT
1. Menghasilkan benih sawit yang berkualiti tinggi. (W1,W2,W3,T1,T3,T5) Strategi Fungsian
>>Kaedah ini dipanggil Matrik TOWS.
Sunday, January 4, 2009
Moga Sentiasa Diteguhkan Iman
Subscribe to:
Posts (Atom)



